mY DiaRy's
Senin, 03 Maret 2008
SeMua KaReNa SeNi TaRi
apa kah hanya karena sebuah pelajaran yang bernama seni tari kita harus terpecah belah seperti ini.
aku tak sudi bila itu terjdi.
jujur saja, aku juga sangat tidak menyukainya. meski aku sangat menyukai menari tapi bila guru yang mengajar seperti itu dan membuat teman-teman ku banyak yang terpecah belah aku sangat tidak rela.
awal beliau mengajar, ank-anak memang banyak yang merasa ill feel dengan nya, itu disebabkan karena gaya mengajarnya yang sangat menyebalkan. yaitu sangat senang mendekati murid-muridnya dan memegang tangan maupun pundak murid itu sesuka hatinya, terlebih bila murid itu berparas cantik, sangat betah lah dia melakukannya.
materi yang diberikan lewat teori telah habis. jadi kami langsung mempraktekannya. tarian yang kami lakukan adalah tari gambyong (bagi cewek) yang berasal dari jateng. dan tari .... (aku lupa namanya, tapi itu khusus untuk anak laki-laki). selain itu kami juga disuruh membuat sebuah tari kreasi dalam bentuk kelompok yang beranggotakan 4-8 siswa.
setiap kali latihan banyak anak yang bingung. karena gerakan dari tari gambyong banyak yang sulit, terlebih bagi anak yang badannya amat kaku dan tidak pernah menari.
aku tak sudi bila itu terjdi.
jujur saja, aku juga sangat tidak menyukainya. meski aku sangat menyukai menari tapi bila guru yang mengajar seperti itu dan membuat teman-teman ku banyak yang terpecah belah aku sangat tidak rela.
awal beliau mengajar, ank-anak memang banyak yang merasa ill feel dengan nya, itu disebabkan karena gaya mengajarnya yang sangat menyebalkan. yaitu sangat senang mendekati murid-muridnya dan memegang tangan maupun pundak murid itu sesuka hatinya, terlebih bila murid itu berparas cantik, sangat betah lah dia melakukannya.
materi yang diberikan lewat teori telah habis. jadi kami langsung mempraktekannya. tarian yang kami lakukan adalah tari gambyong (bagi cewek) yang berasal dari jateng. dan tari .... (aku lupa namanya, tapi itu khusus untuk anak laki-laki). selain itu kami juga disuruh membuat sebuah tari kreasi dalam bentuk kelompok yang beranggotakan 4-8 siswa.
setiap kali latihan banyak anak yang bingung. karena gerakan dari tari gambyong banyak yang sulit, terlebih bagi anak yang badannya amat kaku dan tidak pernah menari.
kenapa HaruS maRah?????
Emosi adalah bagian dari manusia. Marah adalah suatu emosi manusia yang normal, maka dari itu, normal bagi kita untuk merasa marah pada suatu saat tertentu. Kita tidak bisa disalahkan karena marah. Yang penting adalah apa yang kita lakukan terhadap kemarahan kita dan bagaimana mengekspresikannya. Cara mengekspresikan kemarahan itu sendiri pun sangat beragam, ada yang dengan cara yang sehat maupun yang tidak sehat atau dalam kata lain pengekspresian kemarahan itu secara merusak dan menimbulkan masalah bagi diri kita maupun orang lain.
Kemarahan dapat datang dan pergi semaunya, baik yang kita sadari ataupun tidak. Marah memang wajar terjadi, terlebih bila ada suatu faktor-faktor tertentu yang membuat kita marah. Tapi kita tidak boleh seenaknya mengekspresikan kemarah itu tanpa adanya kendali dalam diri kita. Pengendalian diri merupakan aspek terpenting dalam pengelolaan kemarahan pada diri kita, agar jangan sampai kita kehilangan kontrol akan diri kita sendiri. Karena itu mulai dari sekarang kita harus bisa mengendalikan diri kita, jika bukan diri kita sendiri yang mengendalikan. Maka siapa yang akan mengendalikannya?
Bila pengendalian diri telah dikuasai, kita dapat dengan mudah mengendalikan emosi dan kemarahan kita tanpa harus mengkhawatirkan hilangnya kontrol diri dalam mengekspresikan apa yang kita rasakan. Terlebih marah itu sendiri. Disini sangat dibutuhkan bukan hanya sekedar pengendalian diri yang baik, tetapi juga dibutuhkan pengelolaan kemarahan yang tepat.
Ada beberapa langkah untuk mengelola kemarahan agar kemarahan itu tidak menimbulkan masalah. Sebelum kita belajar untuk mengelola amarah itu sendiri, kita harus belajar memahami kemarahan kita, bagaimana kemarahan itu dapat timbul dan apa yang harus kita perbuat bila kemarahan itu sudah sampai pada puncaknya.
Putuskan untuk membuat sebuah komitmen. Buatlah sebuah janji bahwa kamu akan merubah semua tingkah lakumu menjadi lebih baik dari keadaan sekarang.
Kenalilah tanda-tanda peringatan awal dari ledakan amarahmu. Tak ada seorang pun yang dapat meledak secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda ataupun peringatan. Meski dalam keadaan marah orang dapat kehilangan kendali, tapi tak sepenuhnya kendali itu dapat menghilang. Gunakanlah kendali yang masih kamu miliki untuk mengetahui dan memahami tanda-tanda atau peringatan awal dari kemarahanmu. Tanda-tanda itu dapat berupa sensasi, tindakan, pikiran maupun perasaan. Bila tanda-tanda itu dapat kamu ketahui pada saat yang tepat maka kamu akan mampu menghentikan dirimu sendiri sebelum kemarahanmu meledak.
Biasakanlah untuk berelaksasi. Rileks dan marah memang tidak dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka dari itu rilekskan dirimu begitu kamu mengenali beberapa tanda dari peringatan awal kemarahanmu. Gunakan saat relaksasi ini untuk meredakan amarahmu dan untuk mencegahmu melakukan tindakan dalam kemarahan. Relaksasi ini dapat dilakukan dengan segala kegiatan, entah itu bersepeda, berjalan-jalan maupun kegiatan lainnya. Yang terpenting dalam relaksasi ini adalah diri kita merasa nyaman dengan kegiatan yang kita pilih untuk merilekskan diri kita. Fokuskan pikiran kita untuk berelaksasi dan jangan memikirkan hal-hal yang membuat kita marah selama proses ini berlangsung.
Ambilah waktu jeda untuk keluar dari segala permasalah yang membuat kita marah. Gunakan waktu jeda ini untuk menenangkan pikiran kita dan bila memungkinkan pikirkan juga solusi dari masalah yang kita hadapi tersebut. Namun sebelum kita mengambil waktu jeda, kita harus menjelaskan konsep ini terlebih dahulu pada orang yang menjadi lawan bicara kita agar orang tersebut tidak salah paham saat dengan tiba-tiba kita meninggalkan tempat berlangsungnya pembicaraan. Segeralah kembali ke permasalahan awal bila waktu jeda yang kita ambil telah selesai, dan cobalah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Satu hal yang harus diingat, waktu jeda adalah waktu pribadi. Maka dari itu orang lain tidak boleh menginterupsi atau mencoba mengakhiri waktu jeda itu dengan cara apapun.
Bila kita merasa marah lagi kita dapat kembali mengambil waktu jeda. jangan lakukan hal yang dapat lebih memperburuk suasana, cukup hentikan semuanya dan pergilah untuk merilekskan diri.
Ingatlah selalu langkah-langkah diatas untuk mengelola kemarahan kita. Jangan sampai kemarahan kita itu bersifat merusak.
Kemarahan dapat datang dan pergi semaunya, baik yang kita sadari ataupun tidak. Marah memang wajar terjadi, terlebih bila ada suatu faktor-faktor tertentu yang membuat kita marah. Tapi kita tidak boleh seenaknya mengekspresikan kemarah itu tanpa adanya kendali dalam diri kita. Pengendalian diri merupakan aspek terpenting dalam pengelolaan kemarahan pada diri kita, agar jangan sampai kita kehilangan kontrol akan diri kita sendiri. Karena itu mulai dari sekarang kita harus bisa mengendalikan diri kita, jika bukan diri kita sendiri yang mengendalikan. Maka siapa yang akan mengendalikannya?
Bila pengendalian diri telah dikuasai, kita dapat dengan mudah mengendalikan emosi dan kemarahan kita tanpa harus mengkhawatirkan hilangnya kontrol diri dalam mengekspresikan apa yang kita rasakan. Terlebih marah itu sendiri. Disini sangat dibutuhkan bukan hanya sekedar pengendalian diri yang baik, tetapi juga dibutuhkan pengelolaan kemarahan yang tepat.
Ada beberapa langkah untuk mengelola kemarahan agar kemarahan itu tidak menimbulkan masalah. Sebelum kita belajar untuk mengelola amarah itu sendiri, kita harus belajar memahami kemarahan kita, bagaimana kemarahan itu dapat timbul dan apa yang harus kita perbuat bila kemarahan itu sudah sampai pada puncaknya.
Putuskan untuk membuat sebuah komitmen. Buatlah sebuah janji bahwa kamu akan merubah semua tingkah lakumu menjadi lebih baik dari keadaan sekarang.
Kenalilah tanda-tanda peringatan awal dari ledakan amarahmu. Tak ada seorang pun yang dapat meledak secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda ataupun peringatan. Meski dalam keadaan marah orang dapat kehilangan kendali, tapi tak sepenuhnya kendali itu dapat menghilang. Gunakanlah kendali yang masih kamu miliki untuk mengetahui dan memahami tanda-tanda atau peringatan awal dari kemarahanmu. Tanda-tanda itu dapat berupa sensasi, tindakan, pikiran maupun perasaan. Bila tanda-tanda itu dapat kamu ketahui pada saat yang tepat maka kamu akan mampu menghentikan dirimu sendiri sebelum kemarahanmu meledak.
Biasakanlah untuk berelaksasi. Rileks dan marah memang tidak dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka dari itu rilekskan dirimu begitu kamu mengenali beberapa tanda dari peringatan awal kemarahanmu. Gunakan saat relaksasi ini untuk meredakan amarahmu dan untuk mencegahmu melakukan tindakan dalam kemarahan. Relaksasi ini dapat dilakukan dengan segala kegiatan, entah itu bersepeda, berjalan-jalan maupun kegiatan lainnya. Yang terpenting dalam relaksasi ini adalah diri kita merasa nyaman dengan kegiatan yang kita pilih untuk merilekskan diri kita. Fokuskan pikiran kita untuk berelaksasi dan jangan memikirkan hal-hal yang membuat kita marah selama proses ini berlangsung.
Ambilah waktu jeda untuk keluar dari segala permasalah yang membuat kita marah. Gunakan waktu jeda ini untuk menenangkan pikiran kita dan bila memungkinkan pikirkan juga solusi dari masalah yang kita hadapi tersebut. Namun sebelum kita mengambil waktu jeda, kita harus menjelaskan konsep ini terlebih dahulu pada orang yang menjadi lawan bicara kita agar orang tersebut tidak salah paham saat dengan tiba-tiba kita meninggalkan tempat berlangsungnya pembicaraan. Segeralah kembali ke permasalahan awal bila waktu jeda yang kita ambil telah selesai, dan cobalah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Satu hal yang harus diingat, waktu jeda adalah waktu pribadi. Maka dari itu orang lain tidak boleh menginterupsi atau mencoba mengakhiri waktu jeda itu dengan cara apapun.
Bila kita merasa marah lagi kita dapat kembali mengambil waktu jeda. jangan lakukan hal yang dapat lebih memperburuk suasana, cukup hentikan semuanya dan pergilah untuk merilekskan diri.
Ingatlah selalu langkah-langkah diatas untuk mengelola kemarahan kita. Jangan sampai kemarahan kita itu bersifat merusak.