mY DiaRy's
Kamis, 07 Februari 2008
suKa DuKa PerTi
malam saat perti hujan lebat turun membasahi bumper, secara otomatis kakak kelas yang menjadi panitia menyuruh kami untuk memindahkan seluruh barang-barang kami ke dalam aula dan tentunya kami pula turut mengungsi. karena memang pada awalnya telah ditentukan bahwa dua sangga (regu) digabung menjadi satu tenda, maka dari itu kami saling membantu satu sama lain mengangkuti semua barang-barang yang anda. namun sayangnya pada saat itu aku sedang berada di masjid untuk menunaikan shalat isya sehingga aku tak banyak membantu mengangkuti barang-barang itu.(maafin aku yah temen-temen)
sekiranya semua sudah selesai, kami langsung dikumpulkan untuk mengadakan acara api unngun. api unggun kali ini baru pertama kali kurasakan, selain tak memakai kayu bakar seperti biasanya acaranya pun dilaksanakan dalam ruangan dengan menggunakan lilin. selesai upacara, ada pentas seni dari masing-masing sangga. saat dipanggil aku menolak untuk tampil itu karena kami memang secara materi yang akan ditampilkan belum siap sama sekali, anggota sanggaku lainnya pun entah berada dimana saat itu. maka dari itu sekarang kami mendapat tugas untuk membuat makalah tentang pramuka sebagai hukumannya. tak hanya itu yang menjadikan kami dihukum, penyebab lainnya adalah karena salah satu anggota sangga kami yang telah ditugaskan untuk mengikuti lomba geguritan (puisi jawa). dia lari dari tanggung jawabnyadan merasa seolah tak bersalah, orang itu adalah aku sendiri. jujur saja, saat itu aku sama sekali lupa menyiapkan materi geguritan yang akan dilombakan selain itu aku juga merasa sangat malas untuk mengikutinya.
selesai acara, kami disuruh tidur. karena aku sama sekali tak mengantuk, aku berniat menuju basecamp untuk menjenguk manda dan pipit. manda sakit gara-gara bajunya basah kuyup dan tak ada gantinya karena kehujanan saat memindahkan barang-barang, sedangkan pipit karena memang daya tahan tubuhnya sudah lemah dari sananya. disitu kami mengobrol dengan salah satu kakak kelas sampai jam setengah satu malam, itu pun karena kakak kelas itu diusir oleh temannya yang lain dengan alasan agar kami (aku, manda dan pipit) bisa istirahat. banyaknya anak yang sakit menjadikan basecamp penuh dan tak ada tempat kosong lagi untuk tidur, untunglah masih ada dragbar yang tak terpakai yang dapat ku jadikan sebagai tempat tidur untukku. rasa lelah dan ngantuk bercampur menjadi satu menjadikan ku tidur dengan lelapnya tanpa menghiraukan sekelilingku termasuk manda dan pipit yang baru saja dimarahi oleh kakak kelas gara-gara mereka tak tidur-tidur dan manda terus saja menyuapi pipit yang tak mau makan, tapi dia sendiri pun pada waktu itu belum makan selain makan mie instan dan beef yang kami beli waktu izin keluar tadi sore.
matahari belum terbit, adzan subuh pun belum berkumandang namun tidurku telah terganggu oleh anak-anak yang telah sibuk berebut kamar mandi. awalnya aku tak begitu menghiraukan mereka, namun dengan terpaksa aku bangun karena aku sudah tak tahan lagi. namun aku masih sangat mengantuk untuk menerima ajakan manda ke kamar mandi yang berada jauh dari tempat kami sekarang berada. setelah manda pergi aku kembali mencoba untuk tidur, tapi tetap tidak bisa. aku nenyerah dan memilih untuk pergi shalat dan menyusul manda untuk ikut mandi.
setelah cukup badanku cukup segar, aku segera memasak air untuk memasak mie instan karena memang itulah makanan yang ada dan perutku sudah sangat lapar. sengaja aku memasak mie instannya dua karena akan kuberikan pada manda, sejak semalam ia tak makan apa-apa. tak segera dimakannya mie itu malah dia asyik ngobrol dengan temannya. aku jadi sebel. maka itu, setiap dia ngajak ngobrol selalu ku diamkan. perang dingin terjadi antara kami tapi tak berlangsung lama karena akhirnya manda menyerah juga dan mau memakan mie itu dan aku tetap kukuh dengan pendirianku, bila manda tak di begitukan pasti dia tak akan menyerah selain itu aku juga tak mau disalahkan oleh kedua orang tuanya bila nanti kami pulang perti manda dalam keadaan sekarat yang disebabkan oleh maagnya yang tambah akut.
jam setengah tujuh lebih ada apel pagi sekaligus upacara pelantikan anggota secara simbolis dengan pemberian bet ambalan. dilanjutjan dengan kegiatan jelajah alam di pantai widuri (sebagian besar kelas 10 dan 11), bakti sosial di moga (perwakilan kelas 10 dan 11 serta beberapa orang pembina) dan lomba masak-memasak ( sisa dari anak-anak yang megikuti kegiatan itu). aku dan manda lebih memilih untuk mengikuti lomba masak. karena kami belum mempunyai bahan-bahannya kami memaksa salah satu kakak kelas yang mendapat giliran jaga di pintu gerbang meminjamkan motornya, pemaksaan ini berlangsung cukup lama. tidak disini saja kendala yang kami hadapi, kami juga harus berpusing-pusing mancari helm untuk dipakai. helm yang tersedia disitu hanya helm orang yang paling menyebalkan bagi kami bedua. bila ini bukan keadaan yang memaksa kami, enggak akan deh aku mau memakainya.
acara masak-memasak dapat selesai dengan cepat. sambil menunggu teman-teman yang lain pulang dari jelajah alam kami bersantai dan mencoba untuk tidur. tapi tak bisa, bukan karena kami tak ngantuk. tetapi karena ada seorang teman satu sangga manda yang bernama riski dan teman-temannya dari sangga yang lain berkumpul di tempat sangga kami. mereka ngobrol seenaknya sendiri tanpa memperhatikan sekelilingnya dan menghabiskan makanan yang ada, bila makanan itu makanan mereka sendiri itu tidak masalah. masalahnya makanan yang mereka makan itu adalah makanan yang aku masak tadi dan diperuntukkan bagi anggota sanggaku yang sedang melakukan jelajah alam.
aku tak tahan lagi menghadapinya. aku pergi dari tempat itu dan keluar untuk mencari udara segar, ternyata di tempat yang aku tuju itu ada manda yang sedang duduk dengan santainya sambil mainan HP. aku menceritakan segala kekesalanku padanya. aku tahu manda juga kesal dengannya. selain karena ia tak pernah memperhatikan sangganya saat persiapan perti kemarin, tadi malam saat mengangkuti barang-barangpun ia tak membantu yang lainnya mengangkuti ia hanya perduli dengan barang-barang dan dirinya sendiri, tak perduli orang kesusahan dan juga saat memasak tadi. riski sama sekali tak mau membantu manda dan temannya yang sedang memasak ia hanya ngobrol dengan temannya seperti yang tadi ia lakukan. saat masakan sangga mereka sudah selesai pun ia tak membantu membersihkan peralatan yang digunakan untuk memasak tadi ataupun membantu membersihkan tempat memasak, ia hanya mau makan makanan yang sudah jadi itu.
beberapa temanku yang mengikuti jelajah alam kecewa pada ku, karena bahan makanan yang ia bawa tak dapat ia nikmati. bukan karena aku tak memasakannya, tapi makanan itu setelah aku masak tadi sudah dihabiskan oleh orang menyebalkan itu.
ada yang kelupaan. setelah selesai memakai helm itu aku mengembalikannya sekehendak sendiri seperti waktu meminjam tadi. aku menaruhnya disembarang tempat. baru selesai aku membereskan peralatan memasak, manda bilang aku dipanggil komar (orang yang punya helm, nama aslinya niko martin tapi kami memanggilnya komar, kadang juda kayu bakar). aku jadi takut bila ada apa-apa soalnya komar itu galak banget. aku langsung mencari komar, untung saja cepat kutemukan. kutanyakan tentang helm yang tadi aku pinjam, dengan entengnya dia bilang kalau helmnya sudah dibawa pulang. aku jadi sedikit sebel tapi lega juga. tak mau berlama-lama menatap mukanya aku langsung berterimakasih atas pinjaman helmnya dan meminta maaf karena tak meminta izin terlebih dahulu. tanpa berucap sepatah katapun dia pergi meninggalkan ku yang terlihat seperti orang bodoh. tapi sejak saat itu aku tak berani lagi ngata-ngatain dia yang aneh-aneh, meski dia itu sengak abiz tapi ternyata baik juga.
perti berakhir dengan suasana yang menyenangkan. akhirnya aku dapat terbebas dari segala jadwal yang telah diatur dan wajib ditaati. tapi berakhirnya perti ini juga membawa duka bagiku. kenapa?? itu disebabkan karena barang-barang yang harus ku bawa pulang bertambah dua kali lipat, waktu berangkat memang enggak kerasa berat soalnya barang-barang itu aku bawa secara bertahap dan dalam skala yang kecil. udah enggak ada yang bantuin bawain pulang. ah.... lain kali enggak akan deh bawa segini banyaknya.
Tragedi kembali terulang
Baru memasuki bulan pertama masuk sekolah dan saat itu kami masih giat-giatnya beradaptasi dengan segala aspek di lingkungan sekolah, tiba-tiba saja ada rolling guru. Awalnya kami menganggapinya dengan senang hati karena memang dari guru yang diganti itu sangat tidak mengenakkan, yaitu guru fisika. Tapi ada hal yang kami sayangkan yaitu ikut digantinya pula guru kimia kami yang sangat pengertian.
setiap hari rabu kami harus membawa suplemen tambahan dan obat sakit kepala guna meredakan semua derita kami akibat tekanan yang diakibatkan oleh adanya dua anggota pelajaran eksak yang diajarkan hari itu. Terlebih lagi guru yang mengajarkan tak memiliki pengertian dan hati yang cukup untuk mengerti semua derita kami.
mendapatkan wali kelas yang paling langka dari semua spesies guru yang pernah kami temui dan kami beri julukan “Pak TeleTabis”. Kenapa? Coz selain muka yang memang memiliki komposisi kemiripan sebesar 80% , sikapnya pun tak jauh berbeda dengan teletabis yang pernah ditayangkan di televisi (tidak punya pendirian yang pasti). Setiap jam pembinaan tak pernah absen, tapi anehnya tak lebih dari lima menit kemudian pak tele sudah kembali ke habitatnya. Segala hal yang menjadi bahan pembicaraan dengan nya harus kita jelaskan sejelas-jelas-jelas-jelasnya dan jika akan berbicara dengannya kita juga harus mempersiapkan mental, pikiran dan jasmaniah kita (emang mau perang). Kebetulan juga pak tele adalah guru sosiologi kami. Pernah suatu waktu, setelah kami baru memulai hari baru kami setelah libur lebaran. Hampir semua peralatan yang berada di kelas kami raib entah diambil sapa, hal itu kami laporkan ke pak tele. Coba tebak apa tanggapannya???????
“Ya sudah ikhlaskan saja” begitu mudahnya pak tele berbicara seperti itu, tak tahu apa bagaimana perjuangan kami selama itu.
akhir semester, saat kami baru mendapatkan raport. Lihat saja nilai-nilai yang diberikan oelh guru-guru tersebut… aku yakin hanya 3-5 anak dari 40 penghuni x-8 yang mendapatkan nilai diatas 8 untuk pelajaran eksak. Maka dari itu dapat kami simpulkan bahwa guru baru yang menggantikan tidak lebih menyenangkan dari guru-guru yang diganti, mereka mengajar tanpa memperhatikan siswanya yang sangat kepayahan mencerna apa yang mereka ajarkan. Guru yang tidak diganti pun sama saja. Tak kenal belas kasihan.
tapi ada perkecualian, tak semua guru seperti itu yaitu guru Javanisch. Guru terbaik yang pernah ada. Hidup pak MiRin…..
Satu semester telah berlalu, kami cukup lega karena menurut kabar yang kami dengar akan ada rolling guru atau pergantian guru mata pelajaran. Karena itu, di hari pertama masuk sekolah dengan penuh antusisme, sebagian besar penghuni X-8 telah memenuhi absen pertamanya. Namun sayang segala angan tinggal khayalan mimpi indah semata. Tak ada satu pun guru yang di rolling maka dari itu segala pendertitaan kami akan kembali terulang. Namun ada satu harapan yang kami tunggu, yaitu bergantinya jadwal pelajaran.
Uban kami hampir tumbuh karena terlalu lama menanti keluarnya jadwal baru di semester dua ini. Saat sudah keluar, bukan kebahagiaan yang kami dapat melainkan kepedihan dan kekecewaan. Tahu kenapa????????
Karena,
Jadwal hari rabu (hari penderitaan kami) tidak ada mata pelajaran yang berganti satu pun, hanya jam pelajarannya saja yang berubah. Maka dari itu penderitaan kami semakin bertambah.
Pelajaran pertama, yang semula sosiologi berubah jadi fisika. Beban awal penderitaan yang semula cukup ringan kini bertambah berat. Belum lama sampai di sekolah bel pelajaran telah berbunyi, karena memang guru Fisika adalah guru tergiat dari semua guru yang ada, so baru lima menit lebih beberapa detik itu orang udah stand by di kelas. Hampir di semua kelas 10 yang diajar oleh nya sepakat untuk memeberikan sebuah julukan yang memang telah diakui keberadaannya, tahukan apa itu? “oOh” kepanjangan dari “gUmoOh” tahkah kalian kenapa? Coba saja fikirkan terlebih dahulu… secara fisik : dia itu keturunan cina? Memang, tapi bukan karena itu,. Penyebabnya adalah bibirnya yang cukup tebal dan agak maju, ya kayak tUkUL getu d… tapi menurut ku masih mendingan dia, dari pada oOh. O ia, jangan lupa kalau mau ngomong sama dia bawa payung ya biar enggak basah biznya sering ada ujan lokal. Hehehe… oOh juga salah satu guru yang punya metode pengajaran yang super ekspres, semester kemaren satu setengah bab bisa selesai hanya dalam waktu dua pelajaran, lebih tepatnya sau setengah jam. Gila benerkan? Tapi entah dapet pencerahan dari mana sekarang metodenya itu udah berubah, tapi tetep aja enggak semudah itu untuk menerima semua yang diajarkannya.
Pelajaran kedua, pelajaran ini menurut ku tak begitu menanggung beban mental, karena pelajarannya emang sante banget hanya saja tetep ada bebannya, beban fisik. Gimana enggak? Kalo nyatet itu Lho enggak kira-kira banget, udah pake nya metode anak kelas satu esDe ( Tw kN?). metode diKte, dia ngomong kami nulis. Sekalipun pake metode copY pAste tuLisan paPAn tuLis itu pun tulisannya enggak jelas banget kaya tulisannya anak-anak tK Yang bentuknya beNang ruWet. Pusing deh… pelajaran kayak gini sapa lagi yang ngajar kalo bukan paK TeLe-TeLe, guru yang aNeh. Kenapa yah dia bisa dipilih jadi wali kelas? Kalo jadi guru SosIoLogi aja udah enGgak enak banget di perhatiin.
Pelajaran ketiga, sama aja kaya pelajaran pertama. Beban yang ditanggung sama beratnya, tapi lumayanlah karena pelajaran ini adanya setelah istirahat pertama, so kami bisa nyetok permen, coklat ato makanan kecil lainnya untuk persediaan saat kebosanan udah mulai mendera. kalo nyatet juga enggak kalah kaya sosiologi, apa lagi kalo ditambahin latihan soal. Uh satu buku tulis paling tebal sekalipun tak akan mencukupi untuk jangka waktu satu semester. Ulangan hariannya pun enggak kalah pusingnya, lima soal beranak ato enggak sepuluh soal tanpa anak harus kami kerjakan dalam jangka waktu satu jam pelajaran atau tepatnya empat puluh lima menit harus dan wajib diselesaikan minimalnya 70% agar kami enggak masuk dalam kandidat PRM (Peserta Remidi MassaL). Tapi ketentuan itu enggak ada pengaruhnya tuh di kelasku. Tau pepatah ciNa yang bunyinya kayak gini kan? “Kosong adalah isi. Isi adalah kosong” itulah semboyan kami di setiap ulangan yang harus kami hadapi, termasuk juga ini. Bila kita enggak bisa ngisi ya udah kosongin aja, yang penting kan ada isinya nama dan nomor absennya. So, Remidi di kelasku udah jadi hal yang biasa terjadi, maka dari itu kalo belum remidi belum afdol rasanya. Hehehe… itulah sekelumit gambaran tentang pelajaran Kimia di kelasku, namun saynagnya belum ada julukan yang tepat dan bagus untuk kami berikan pada sang pengajar yang senantiasa rajin mengikuti persatuan guru rajin masuk.
Last, pelajaran yang terakhir adalah Deutsch. Sok jerman banget ya? yUpz, itulah pelajaran bahasa jerman, pelajaran ini diajar oleh seorang ibu guru yang suka degnan kedisiplinan dan orang yang tepat janji. Bila diberi tugaspun kami harus selalu menyelesaikannya tepat waktu, bila tidak ada konsekuensi yang harus kami tanggung, yaitu berkurangnya nilai yang kami dapat dari tugas itu. Ngomongin masalah nilai, dia itu termasuk guru yang pelit dalam memberi nilai. Bisa dapat nilai sembilan pada pelajaran ini merupakan sebuah anugrah terindah yang pernah ada.
Lengkap banget kan penderitaan kami???
Mungkin saja bila itu terjadi dalam dua tahun berturut-turut, kami bisa mati muda dan belum sempat merasakan lebih jauh indahnya dunia ini.
Ya Allah berikanlah kami anugrah dan kekuatan agar kami bisa terbebas dari semua ini. Amin……..